Kamis, 27 Februari 2014

MENJADI JOBSEEKER ISTIMEWA SAAT WAWANCARA KERJA










Menjadi Jobseeker Istimewa Saat Wawancara Kerja
Wawancara adalah salah satu dari rangkaian tes kerja yang akan dialami oleh hampir seluruh jobseeker.
Para jobseeker berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di antara pesaingnya. Ingin menjadi jobseeker yang tampak istimewa dibanding kandidat lainnya? Simak tip dari psikolog ECC UGM, Rudi Widiyanto, M.Psi, berikut ini yuk!

1. Persiapan
Penampilan adalah hal pertama yang akan dilihat oleh pewawancara ketika Anda memasuki ruangan wawancara. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.
a.       Badan Segar
Ketika masuk ruang wawancara, sebaiknya Anda berada dalam keadaan yang segar. Terutama untuk wawancara pada siang hari, pakaian jangan kusut dan harus rapi.

b.      Wajah Bersih
Lebih lanjut, Rudi menyarankan bagi para wanita untuk merapikan make up –nya. Sedangkan untuk para lelaki, diusakan untuk tidak berkeringat. “Saat wawancara sebaiknya sediakan tisu dan sapu tangan,” tambah Rudi.

2. Gesture Tubuh
Selain kata-kata, posisi dan perilaku tubuh juga menjadi aspek penilaian.

a.      Kontak mata
Yang paling kelihatan adalah tatapan mata. Usahakan melakukan kontak mata dengan pewawancara dan tidak melihat ke atas dan ke bawah. Lalu, jika wawancara dilakukan oleh banyak pewawancara, lihatlah ke mata sang penanya ketika salah satu bertanya. Lalu saat menjawab, barulah Anda melihat ke seluruh penanya.

b.      Posisi Tangan
Rudi berpendapat agar lebih baik posisi tangan memegang lutut untuk menghindari gugup. Karena jika ada meja dan tangan Anda di atas meja, saat Anda gugup, Anda bisa saja menggeser-geser taplak meja.

c.       Duduk Tegak
Saat wawancara, duduk Anda harus tegak dan tidak bungkuk, tetapi tetap pada posisi nyaman.

3.    Frequently Ask Question
Walau wawancara terdiri dari beberapa jenis seperti wawancara HRD dan wawancara user, ada beberapa pertanyaan yang umumnya ditanyakan. Berikut panduannya:
a.       Perkenalan Diri
Jika ditanya siapakah diri Anda, contoh jawabah seperti ini:
Nama saya … (isi nama Anda). Saya adalah sarjana ….. (sebutkan jurusan, tidak usah institusi) yang memiliki pengalaman/konsentrasi/tertarik di … (dapat disesuaikan dengan posisi/perusahaan yang ingin Anda lamar). Selama kuliah saya mengikuti … (sebutkan dua/tiga organisasi/komunitas yang Anda ikuti). Saya berasal dari … (sebutkan asal Anda serta hal-hal pribadi lain seperti asal universitas, domisili saat ini, dan lain lain).

Mengapa hanya menyebutkan jurusan saja saat awal penjelasan? hal tersebut bertujuan agar Anda percaya diri pada kemampuan sendiri, bukan pada universitas. Lalu mengapa minat dan kegiatan disebutkan di awal, agar perusahaan tertarik dengan Anda karena Anda sudah tahu apa yang Anda mau.

b.      Mengapa Anda melamar ke perusahaan kami?
Jika ditanya hal seperti ini, ceritakanlah kehebatan perusahaan tersebut. “Karenanya, Anda harus tahu terlebih dahulu seluk-beluk perusahaan yang akan Anda lamar,” timpal Rudi.





c.       Mengapa kami harus menerima Anda?
Untuk pertanyaan seperti ini, giliran Anda untuk menyebutkan kelebihan diri Anda.

d.      Ajukan Pertanyaan
Anda berhak bertanya mengenai perusahaan dengan diawali, 'Permisi, saya boleh bertanya'?. Ketika Anda bertanya, Anda memiliki nilai lebih karena Anda ingin tahu lebih banyak mengenai perusahaan. Pertanyaan tersebut dapat berupa jenjang karir, terkait dengan pindah cabang, atau fasilitas yang didapat seperti mess dan tunjangan kesehatan.

Tapi harus hati-hati ketika bertanya gaji. Jika BUMN, gajinya memang sudah pasti. Namun jika Anda bertanya pada perusahaan swasta, biasanya Anda akan ditanya kembali ingin gaji berapa.. Karenanya, kalau ingin bertanya gaji, Anda harus cari tahu lebih dulu berapa standar gaji di perusahaan tersebut. Atau tidak usah ditanyakan karena jika Anda diterima akan ada negosiasi gaji.
Setelah itu, ketika Anda sudah berada pada sesi terakhir wawancara, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pewawanara. Anda bisa mengucapkan seperti ini: 'Terima kasih banyak, Pak, Bu, semoga kita bisa bertemu lagi di tahap berikutnya'.
Bagaimana, sudah siapkah Anda menjadi jobseeker yang istimewa di antara kandidat lainnya? Semoga tip dari kami bisa membantu, ya. J

KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT TES WAWANCARA KERJA


Menjalani tes wawancara dalam melamar suatu pekerjaan pada sebuah perusahaan adalah tahap yang paling menegangkan. Banyak orang yang menjadi stress karena situasi yang akan dihadapinya. Tekanan psikis yang dihadapi para calon karyawan tersebut lebih disebabkan karena rasa ketakutan yang berlebihan, terutama takut jika melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadarinya. Agar anda tidak membuat kekeliruan dalam menghadapi tes wawancara melamar pekerjaan, ada baiknya anda berusaha mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para kandidat (pelamar), seperti yang terurai berikut ini:

1. Membalas SMS atau Menerima Panggilan Telepon
Meskipun suasana yang tercipta saat wawancara tidak begitu formal, yang artinya cukup santai, bahkan mimik para Penguji juga terlihat rileks, bukan berarti hal tersebut mengindikasikan bahwa tim penguji tidak berkeberatan bila anda harus membalas pesan atau menjawab ponsel anda. Sebaiknya matikan HP ketika sedang menghadapi tes wawancara kerja.

2. Berpakaian yang Tidak Pantas
Jenis pakaian yang digunakan harus disesuaikan dengan persyaratan yang diajukan perusahaan dan disesuaikan juga dengan jenis pekerjaan yang diinginkan. Intinya adalah jangan sampai memakai busana yang urakan atau mengenakan pakaian yang lebih mewah (glamor) dari tim penyeleksi.

3. Mengunyah Permen atau Menghisap Rokok
Salah satu hal yang biasanya dilakukan untuk meredakan ketegangan pikiran adalah mengunyah permen karet atau pun menghisap sebatang rokok. Hal ini sebaiknya dihindari ketika anda akan memasuki ruang wawancara.

4. Membicarakan Kejelekan Tempat Kerja Sebelumnya
Bila anda punya pengalaman kerja, maka satu pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh Pewawancara adalah alasan anda berhenti atau keluar dari tempat kerja sebelumnya. Jangan memberikan jawaban yang menjelekkan boss dan rekan kerja anda di perusahaan sebelumnya, meskipun itu adalah kompetitor bisnis bagi perusahaan yang sekarang.

5. Membawa Buku Panduan Wawancara
Jangan pernah membawa buku semacam ini ke lokasi tes wawancara. Bila diketahui oleh tim penguji atau karyawan yang lain akan memberi kesan negatif pada diri anda karena dianggap tidak siap atau kurang profesional.

6. Terlambat Datang
Kedisiplinan adalah cerminan awal calon karyawan yang profesional. Datanglah 30 menit sebelum jadwal wawancara dimulai.

7. Berdebat dengan Tim Pewawancara
Berargumen adalah salah satu cara menunjukkan kualitas kepribadian anda di mata tim pewawancara. Hindari perdebatan yang berlarut-larut dengan tingkat emosi yang tinggi, apa lagi tanpa menggunakan logika yang mendukung pendapat anda.

8. Melepas Sepatu
Wawancara yang berlangsung lebih dari 15 menit terkadang membuat suasana menjadi gerah, sehingga tanpa disadari kita sering melepas sepatu untuk membuat tubuh menjadi rileks. Hati-hati bau sepatu dan aroma kaos kaki anda!

9. Jemari Tangan Tidak Bisa Diam
Tangan bergerak tanpa disadari adalah sebuah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Menggigit kuku, memainkan alat tulis kantor, menggaruk-garuk kepala, atau menyilangkan kedua tangan di depan dada merupakan hal-hal yang harus segera anda sadari.

10. Berbicara Terbata-bata
Dalam suasana tegang, banyak orang menjadi blank sehingga kehabisan kata-kata atau lidah menjadi kaku sehingga mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata. Lakukan senam mulut atau senam bibir 10 menit sebelum wawancara dimulai agar terasa rileks.

11. Melakukan Tindakan Buruk ketika Dinyatakan Tidak Lulus
Melakukan tindakan ini hanya akan membuat anda menjadi lebih sulit mendapatkan pekerjaan di masa-masa selanjutnya.

12. Tidak Yakin dengan Pekerjaan yang Diincarnya
Sebuah perusahaan membutuhkan calon karyawan yang smart dan penuh semangat. Bila seorang pelamar tidak memahami posisi yang diincarnya maka kecil peluangnya untuk diterima. Begitu juga bila ia tidak yakin dengan potensi bidang pekerjaan yang dilamarnya, maka perusahaan akan takut mengangkatnya sebagai karyawan karena diprediksi ia tidak akan betah lalu keluar dari perusahaan.

13. Lupa Mengucapkan Terima Kasih dan Berjabat Tangan
Mungkin saat wawancara selesai, anda terlalu senang atau ada perasaan tegang yang membuat anda lupa mengucapkan terima kasih dan berjabat tangan. Bila anda terlupa dan baru saja keluar dari ruang wawancara, maka jangan sungkan untuk masuk kembali menyampaikan ucapan terima kasih, selama belum ada peserta lain yang masuk ke ruangan tersebut. Hal itu dapat memberikan kesan sebagai calon karyawan yang energik dan penuh semangat di mata tim penyeleksi.

Sabtu, 22 Februari 2014

HAL YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG BISNIS ONLINE



MUMET MIKIR BISNIS ONLINE
Mumet Mikir
Memiliki bisnis sendiri adalah impian hampir semua orang, termasuk saya. Sebuah kepuasan tersendiri bagi kita bila memiliki sebuah bisnis yang sudah berjalan dengan baik dan memberikan penghasilan rutin setiap bulannya. Bisnis online adalah salah satu peluang usaha yang selalu menawarkan solusi dalam memiliki sebuah usaha. Banyak orang yang sudah berhasil di bisnis online dan mememiliki penghasilan yang besar dari bisnis online mereka. Bahkan beberapa orang mengatakan, bisnis online adalah solusi terbaik untuk memulai sebuah bisnis karena bisa dijalankan di mana saja dan dengan mudah. Benarkah demikian?
Jika ada orang yang mengatakan bisnis online dapat memberikan penghasilan besar dengan cepat, mudah, dan santai, maka saya bilang itu adalah sebuah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Agar sukses dalam berbisnis online tidak semudah yang Anda bayangkan, tapi tidak sesulit yang Anda pikirkan juga… hehehe, jadi bingung ya. Intinya, menjalankan bisnis online itu akan mudah, santai, menyenangkan, dan bisa memberikan penghasilan yang besar, tapi dengan syarat Anda harus mengerti dalam menjalankannya.
Saya melihat ada banyak sekali pemula yang sangat berambisi untuk menjalankan bisnis online, salah satunya adalah seorang teman saya. Dia selalu mengatakan “Enak lu ya Max, bisa kerja santai dari rumah dan tiap bulan selalu dapat kiriman uang dari USA”. Dan di lain kesempatan dia juga bilang “Ajarin gw dong Max, gw juga mau belajar berbisnis online kayak lu”. Namun, teman saya itu tidak tahu bagaimana awal saya memulai semua bisnis online yang saya jalankan. Faktanya, bisnis online itu tidak semudah yang dibayangkan banyak orang, dan tidak sesantai yang dipikirkan orang.
Memang ada banyak sekali orang yang sukses dalam menjalankan bisnis online mereka, tapi yang gagal di bisnis online justru lebih banyak lagi. Bisnis online itu hampir sama dengan bisnis offline, butuh effort, keseriusan, dan kesabaran dalam menjalankannya. Untuk bisa berhasil di dalam bisnis online itu membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar, tidak seperti yang sering kita dengar dan baca.
Sebelum kita mulai berbisnis online, ada beberapa hal yang harus kita ketahui tentang bisnis internet ini. Kita harus bisa melihat peluang, kelebihan, dan kekurangan dari bisnis online sehingga kita bisa mengantisipasi kemungkinan yang terjadi di masa yang akan dengan lebih bijak. Beberapa orang yang gagal dalam berbisnis online mungkin akan bisa bangkit kembali dan berjuang lebih keras, tapi beberapa orang lainnya bisa jadi mengalami frustasi dan putus asa dengan bisnisnya. Nah, inilah yang harus kita pahami sejak awal, yang namanya berbisnis, resiko mengalami kegagalan itu sudah ada di depan mata. Sudah siapkah kita menjadi orang yang berhasil di bisnis online? Sudah siapkah kita menghadapi kegagalan?

Berikut ini adalah fakta tentang bisnis online yang harus kita pahami:
1. Bisnis Online Butuh Modal
Modal yang dimaksud di sini adalah modal materiil dan modal non materiil. Modal yang paling penting menurut saya adalah modal non materiil, yaitu dari diri kita sendiri. Kita harus memiliki keinginan yang kuat untuk memulai sebuah bisnis online, harus konsisten & persisten, mau bekerja keras, kreatif, inovatif, dan pantang menyerah.
Selain modal non materiil, tentunya kita juga harus punya modal materiil. Yang namanya bisnis online tentunya hanya bisa dijalankan kalau kita punya koneksi internet, dan ini pasti butuh modal. Walaupun nilainya tidak terlalu besar, ini tetap harus diperhitungkan sebagai modal yang kita keluarkan.
Jika kita tidak punya perangkat untuk menjalankan bisnis online, seperti PC/ laptop dan modem internet, kita bisa menjalankan bisnis online dari warnet (warung internet). Namun, pastikan Anda bisa menjaga keamanan semua akun Anda di internet. Nah, dari sini kita sudah bisa melihat bahwa bisnis online itu pasti butuh modal materiil. Jadi, jangan percaya dengan bahasa marketing jualan ebook yang bilang bisnis online itu bisa dijalankan tanpa modal sama sekali alias modal dengkul.
2. Bisnis Online Butuh Kerja Keras dan Cerdas
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bisnis online itu butuh kerja keras. Orang yang sudah bisa menjalankan bisnis onlinenya dengan santai adalah mereka yang sudah melalui banyak tahapan belajar yang tidak sebentar dan telah berhasil melewati berbagai rintangan. Berbeda halnya dengan mereka yang masih pemula, semua orang yang baru belajar bisnis online butuh kerja keras dan cerdas dalam membangun bisnis online mereka.
Agar bisa menjalankan bisnis internet dengan baik tentunya kita harus punya pengetahuan yang memadai tentang bisnis online. Proses belajar dan juga pengalamanlah yang bisa memberikan itu semua, ilmu internet marketing itu tidak bisa dikuasai hanya dalam satu-dua malam saja, itu mustahil walaupun Anda seorang yang jenius.
3. Bisnis Online Butuh Waktu
Sama halnya dengan poin 2 di atas, bisnis online itu butuh waktu untuk bisa berhasil. Jadi, jika ada sales letter jualan ebook yang mengatakan bisnis online itu bisa berhasil dalam waktu singkat maka saya boleh bilang itu adalah SCAM atau penipuan, hati-hati dengan bahasa marketing seperti ini.
Kalau Anda serius ingin membangun sebuah usaha online, maka Anda harus menganggapnya sebagai sebuah investasi jangka panjang. Memang ada beberapa bisnis online yang bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu yang relatif singkat, namun tidak semua jenis bisnis online seperti itu. Salah satu contoh adalah forum kaskus yang dibangun oleh Andrew Darwis dan sahabatnya Ken Dean Lawadinata. Proses keberhasilan forum terbesar di Indonesia ini membutuhkan waktu hingga beberapa tahun sampai akhirnya bisa seperti sekarang ini.

4. Bisnis Online Bisa Dikerjakan Siapa Saja
Salah satu kelebihan bisnis online adalah dapat dikerjakan oleh siapa saja. Ketika saya melamar di perusahaan tempat saya dulu bekerja, dalam wawancara mereka menanyakan ijazah kuliah saya, nilai indeks prestasi saya, apa nama kampus saya, dan pengalaman kerja. Ini memang prosedur yang harus kita lalui jika ingin bekerja di dunia kantoran.
Tapi hal ini tidak terjadi dalam dunia bisnis online, karena siapa saja bisa mengerjakannya tanpa harus punya pendidikan formal yang tinggi. Yang paling penting dalam bisnis online adalah kerja keras dan cerdas, kemauan untuk selalu belajar, dan punya semangat juang yang tinggi. Hari ini mungkin Anda adalah seorang pemula yang masih baru belajar, tapi mungkin saja beberapa tahun ke depan Anda akan menjadi seorang ahli dalam dunia internet marketing.
Saya tidak mengatakan bahwa pendidikan formal itu tidak penting. Yang mau saya tekankan adalah semua orang bisa berhasil di bisnis online jika mereka bersungguh-sungguh, tidak perduli apa latar belakang pendidikannya karena ada banyak jenis bisnis online yang bisa dikerjakan.

5. Banyak Jutawan dan Miliarder dari Bisnis Online
Ini adalah kabar gembira bagi semua orang yang menyukai bisnis online. Semua orang punya peluang menjadi seorang jutawan atau bahkan miliarder dari bisnis online. Beberapa contoh orang Indonesia yang sukses di bisnis online dan punya penghasilan yang sangat besar adalah Anne Ahira (pemilik AsianBrain.com), Andrew Darwis (pemilik Kaskus.co.id), Hendrik Tio (pendiri Bhineka.com), Budiono Darsono (pendiri Detik.com), dan masih banyak lagi.
Nah, melihat fakta-fakta tentang bisnis online yang disebutkan di atas, apakah Anda siap untuk memulai bisnis online Anda sendiri? Bisnis online memang menawarkan potensi keuntungan yang menggiurkan, tetapi bisnis online juga punya resiko sendiri, walaupun resikonya tidak sebesar bisnis konvensional. Selain itu, bisnis online bisa dijalankan secara otomatis, 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu, jadi potensi keuntungannya akan lebih besar dibanding bisnis offline. Namun, bukan berarti Anda bisa menganggap ini adalah sesuatu yang mudah karena untuk menjadi seorang pebisnis online itu membutuhkan waktu, harus tekun belajar, dan tidak mudah menyerah. Thanks for Reading :)